Suki? Kirai? Suki~!!! चाप 1

Jumat, 09 April 2010 18.22


Title: Suki? Kirai? Suki~!!!
Genre: Drama, school, comedy, and a litle bit romance...
Rating: Entah~ Menurut lo aja…
Starring:-Suzuki Airi
-Sawajiri Erika
-Yamada Ryosuke
-Nakajima Yuto
Disclaimer: Mereka adalah milik agensi mereka, orang tua, dan pastinya diri mereka sendiri!! Kecuali Nakajima Yuto, dia adalah milik ku~!! XDDD *d keroyok fansu*
By: Lily

=====================================================================================

CHAPTER 1: Youkoso, Aittakata Gakuen nee~!!

Kirai!! Kirai!! Kirai~!!!
Aku paling benci dengan makhluk ga jelas asal usul nya, yang ga berguna, punya hobi cari perkara dan suka tebar pesona yang biasa di sebut C-O-W-O alias COWO~!!! (By: Airi)
****
Angin musim gugur sudah berhembus...
Pertengahan bulan Oktober, di waktu yang tanggung ini aku harus pindah sekolah ke Aittakata Gakuen di Tokyo ini
“Hajimemashite, atashi wa Suzuki Airi desu~ Yoroshiku onegaishimasu!” kata ku seraya membukukan badan ku
“Yoroshiku Suzuki-san!” kata sensei dengan menunjukan tempat duduk ku, dan aku berjalan ke sana, “Karena alasan pekerjaan, keluarga Suzuki-san yang sebelum nya tinggal di Osaka harus pindah ke Tokyo”
Huuf~ Untunglah teman sebangku ku adalah CEWE dan bukan COWO.
“Sawajiri Erika desu~” kata cewe berambut pendek lurus tersebut dengan mengulurkan tangan nya, “Yoroshiku!” dia tersenyum pada ku
“Onegaishimasu, Sawajiri-san…” kata ku
“Erika, panggil saja begitu. Aku juga memanggil mu Airi kan?”
”Mochiron~!!” aku menganggukan kepala ku, dan duduk di tempat ku
****
Jam sudah menunjukan pukul 11.10
aku mulai bosan dengan pelajaran sejarah, sejak dulu suara para guru memang merdu di dengar, dan selalu menjadi obat tidur yang ampuh bagi ku... *AUTHOR note: Gw juga kale~ XD*
Beruntung aku duduk di sebelah jendela, aku jadi bisa melihat pemandangan di luar.
Aku melihat seorang gadis yang kemungkinan masih SD sedang menangis di tengah lapangan, banyak teman-teman nya yang mulai mendekati nya.
Aku jadi teringat saat aku masih kecil dulu, kejadian 10 tahun lalu saat aku masih tinggal di Osaka dan merupakan gadis kecil yang cengeng

”Airi cengeng!!” ejek seorang cowo di depan ku
”Masa sama kecoa saja takut?!” kata seorang cowo di sebelah nya
Aku hanya terus menangis, ”A.. aku kan takut sama kecoa”
”Airi cengeng! Airi cengeng!!” mereka berdua terus meneriaki ku seperti itu dan aku hanya bisa menangis
Tapi walaupun aku terus di jahili oleh anak-anak cowo, tidak semua nya seperti itu, hanya 1 orang...
”Kalian jangan menggangu Airi lagi!!” kata anak laki-laki yang tiba-tiba datang dan mengusir dua orang yang menjahili ku. Anak itu membalikan badan nya pada ku dan mengulurkan tangan nya pada ku, ”Daijobu ka?”

”Airi!!”
Teriakan Erika memecah lamunan ku, aku menoleh pada nya
”Kamu di panggil belakang mu tuh!” kata Erika dengan menunjuk anak di belakang ku. Ternyata benar dari belakang ada yang memukul bahu ku dari tadi
”Suzuki-san... Suzuki-san...?”
Mendengar suara nya, mata ku langsung terbelalak. Suara yang dalam dan ngebass ini? COWO??
Aku langsung membalikan badan ku dan memelototi nya dengan tatapan membunuh, lepaskan-tangan-mu-dari-ku-apa-kamu-mau-menulari-ku-kebodohan-mu-??
Anak itu melepas kan tangan nya ragu-ragu dan gemetaran, dan aku membalikan badan ku lagi
”A-Airi? Kamu... kenapa?” kata Erika heran
”Betsuni~” kata ku dengan tersenyum
****
Bel istirahat sudah berbunyi, aku bermaksud pergi ke ruang guru untuk menyerahkan laporan perpindahan ku.
Karena bawaan ku cukup berat aku mulai oleng dan menabrak orang yang ada di depan ku. Kertas-kertas yang ku bawa jatuh bertebaran di lantai dengan aku yang jatuh ke lantai juga
”Ittai...” kata ku, melihat kertas laporan ku berserak kan aku segera cepat-cepat membereskan nya.
Siapa sih yang menabrak ku?? Ga tahu diri banget... *lo kali yg nabrak*
Aku melihat 2 orang di depan ku dan mereka memakai celana panjang. Melihat celana panjang aku langsung jadi ilfeel, dan aku melirik ke atas...
Tapi dasar aku bodoh! Ngapain aku pake mastiin segala?? Udah jelas di sekolah ini yang memakai seragam dengan celana panjang itu adalah anak COWO kan???
”Daijobu ka?” kata seorang cowo yang tinggi kurus yang tepat di depan ku, cowo di sebelah nya yang lebih pendek dari nya mengulurkan tangan nya pada ku
Aku hanya memandang mereka sinis, ”No thanks~” dan aku kembali merapikan kertas-kertas ku

”Airi~!!”
Ada orang yang memanggil ku, dan satu-satu nya orang yang memanggil ku di sekolah ini adalah...
”Erika?”
Cepat-cepat kurapikan laporan itu, dan tanpa menghiraukan 2 cowo yang menabrak ku-ralat, yang ku tabrak tadi aku berlari ke arah Erika yang berada tepat di depan ruang guru.
”Kamu ngapain bareng Nakajima dan Yamada-senpai?” tanya Erika
Aku merengutkan dahi ku, ”Siapa mereka?”
”Ya dua cowo tadi!” kata Erika, ”Yang tinggi nama nya Nakajima Yuto dan yang satu nya lagi Yamada Ryosuke. Mereka itu anak kelas 2”
”Peduli amat~!!” kata ku seraya meletak kan laporan perpindahan ku di meja guru, kami pun keluar lagi dari keluar lagi dan menuju kelas
”Nee, Airi, memangnya kenapa sih kamu kok sentimen banget sama anak cowo?” tanya Erika
Senyum ku memudar dan aku menghela napas, ”Sebenar nya ini ada hubungan nya dengan masa lalu ku”
”Eh? Masa lalu? Memang nya ada apa?” tanya Erika penasaran
”Dulu waktu aku berumur 5 tahun aku itu anak yang cengeng, dan banyak anak cowo yang selalu menjahili ku. Tapi ada satu orang yang tidak menjahili ku, tapi dia selalu menolong ku dari anak-anak nakal itu” kata ku, ”Dan anak itu...”
”Cinta pertama mu~!!” sahut Erika semangat
”Hah? Sok tau banget sihi! Ini bukan cerita yang akhir nya happily ever after tau!” kata ku sebal
”He? Lalu?” tanya Erika
”Waktu aku sudah percaya pada anak itu, dia malah pergi meninggalkan ku dan hanya meninggalkan sebuah surat untuk ku”
”Surat? Memang apa isi surat itu?”
”Gomene Airin~ aku harus pergi ke tempat yang jauh. Tapi aku yakin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi. Sayonara~” kata ku dengan mencoba mengingat isi surat itu, ”Awas kalau kami beneran bertemu lagi!! Bakal ku pecut dia!!
”E-eh? Sabar Airi...” kata Erika, ”Dia selalu memanggil mu Airin ya?”
”Un... dan dia setahun lebih tua dari ku” kata ku, ”Dan berkat kebaikan dia aku jadi membenci makhluk menyebalan yang di sebut cowo!”
Erika hanya bengong mendengar kata-kata ku, ”Baru kali ini aku bertemu orang seperti mu” kata nya, ”Siapa nama cowo itu?”
”Etoo... karena waktu itu aku marah banget dan jadi benci cowo, entah kenapa aku jadi lupa nama nya” kata ku dengan tertawa masam
Erika hanya melihat ku dengan tatapan, bego-banget-sih-kamu
****
Sepulang sekolah Erika mengantarkan ku keliling sekolah. Ternyata sekolah Aittakata Gakuen ini besar dan luas, sekolah ini juga punya banyak klub. Tapi dari semua klub yang ada aku memilih klub judo yang dari SD ku ikuti, kenapa aku lebih memilih klub judo dan bukan nya klub-klub lain yang biasa di ikute cewe? Pertama, judo bisa menjadi pelampiasan marah dan stres ku degan membanting anak cowo, kedua, aku bisa menjaga diri ku sendiri, dan ketiga, aku ingin sekali membanting orang yang dulu pergi tanpa pamit itu...
”Oh iya, Erika!” kata ku, ”Apa kamu juga tinggal di asrama sekolah ini seperti ku?”
”Iie~” kata Erika dengan menggelengkan kepala nya, aku kecewa mendengar nya, ”Tapi... apa aku boleh main ke kamar mu sekarang?”
Senyum ku mengembang, ”Mochiron~!!”
Aku dan Erika menuju ke kamar asrama ku yang bernomor 35, seperti nya lumayan banyak yang tinggal di asrama, karena tempat ini lumayan bahkan mempunyai dapur dan ruang sendiri
Saat Erika masuk ke kamar ku dia kagum karena kamar ku begitu rapi.
Hello~ please dhe... aku baru saja pindah ke kamar tadi pagi dan aku langsung pergi ke sekolah, bagaimana tidak rapi coba??
”Sebenar nya aku juga ingin tinggal di asrama, tapi orang tua ku tidak mengijinkan ku” kata Erika lesu
”Eh? Kenapa?” tanya ku
”Yah... orang tua ku over protektif banget, terutama okaa-san”
Aku hanya tertawa masam. Kira-kira gimana ekspresi Erika kalau aku bilang justru orang tua ku lah yang memaksaku masuk asrama sekolah, karena aku selalu bertengkar dengan tetanggakunyang kebanyakan anak cowo. Dan semua anak cowo di komplek rumah ku takhluk pada ku. Bagus Airi! Tingkat kan prestasimu ini~!!
Hari sudah sore, Erika memutuskan untuk pulang. Ketika aku membuka pintu kamar untuk mengantar Erika ke depan gerbang, aku melihat 2 orang cowo yang kutabrak tadi siang. Siapa nama nya? Yamada Ryosuke dan Nakajima Yuto. Apa dua orang ini selalu berdua ya?
”Jangan-jangan mereka... yaoi?” batin ku dengan memelototi mereka berdua, tapi kurasa mereka berdua sadar
”Ada apa?” kata cowo yang lebih pendek, kalau tidak salah nama nya Yamada Ryosuke
”Betsuni~” kata ku acuh seraya menarik tangan Erika dan berjalan ke arah gerbang
”Nee, Airi, kenapa tadi kamu melotot ke arah Nakajima dan Yamada-senpai?” tanya Erika
”Aku kan sudah bilang aku benci sama cowo! Apalagi mereka kelihatan seperti yaoi, kemana-mana selalu berdua” kata ku
”Haha... ya sudah aku pulang dulu. Ja ne~” kata Erika
“Matta ashita!” kata ku dengan melambaikan tangan ku
Eh, t-tunggu sebentar, rasanya ada yang ga beres. Tadi 2 orang itu ada di asrama? Tepat di depan kamar ku?? Dan mereka memakai baju santai??? J-jangan-jangan... mereka... juga tinggal di asrama?
Aku segera berlari ke kamar ku, tapi ternyata mereka berdua sudah tidak ada
Ah~ apa peduli ku?!!
Aku masuk ke kamar dan mandi. Setelah mandi aku segera mansi lalu belajar, inilah sengsara nya pindah di waktu yang tanggung karena aku harus mengejar ketinbggalan ku selama ini.
Tak lama kemudian aku seperti mendengar sebuah suara, dan suara ini tidak jauh dari ku...
Dan ternyata itu adalah suara perutku sendiri. Ternyata cacing-cacing di perutku sedang melakukan huru-hara karena kelaparan.
Aku memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mencari makanan.
Saat aku pergi dapur, aku melihat lampu dapur menyala, apa ada orang di dalam sana?
Aku mengintip dapur dari luar, ternyata benar ada orang di sana dan astaga...!!
Kenapa perutku harus lapar sekarang? Di dalam kan ada makhluk yang ku benci!
Tapi pada akhir nya, tentu rasa lapar ku yang mengalahkan kebencian ku, dengan terpaksa aku masuk kedalam. Dan dengan cepat aku menemukan mie ramen. Tapi kenapa harus mie ramen?! Itu artinya aku harus menunggu ramen ini sampai matang bersama makhluk yang ku benci?! Dan lagi... dia adalah Yamada-senpai. Entah kenapa aku sentimen banget sama ni orang, apa karena dia kelihatan seperti yaoi? *AUTHOR note: yaoi pale lo!! Cari mati y lo ngomong gt?!!*
Aku menyalakan api kompor, sengaja kunyalakan paling besar agar mie ramen itu cepat matang
”Hei! Kalau masak apinya jangan besar-besar!” kata Yamada-senpai dengan membaca novel yang di pegang nya, tapi aku tidak mengiraukan nya
”Kamu... Suzuki Airi, murid baru di kelas 1-3 kan?” kata nya lagi
Ha? Ni makhluk tau dari mana nama dan kelas ku? Dia memata-matai ku ya??
Aku melotot pada nya dengan tatapan kamu-stalker-ya?
”Gini-gini aku kakak kelas mu lho! Jangan menuduh sembarangan” kata nya dengan melotot balik pada ku
OMG~!! Mie..!! kamu bisa cepet mateng ga sih?!!
10 menit berlalu, akhirnya mie ramen ini matang juga. Dan makhluk bodoh satu itu masih terus nyerocos ga jelas sementara aku mengacuhkan nya terus.
Ni orang ada masalah apa sih? Ngomong ga jelas dari tadi...
Aku segera pergi keluar dengan membawa mie ramen di tangan ku
”Heloo~ di sini ada orang lho!” kata Yamada-senpai dengan tertawa dan memegang bahu ku
”Kuperingatkan kamu, lepaskan tangan mu kalau tidak mau celaka!” kata ku, tapi makhluk aneh satu itu tetap tidak melepas tangan nya dari ku. Aku meletakkan mie ku di meja dan membalikan badan ku dengan memegang tangan si bodoh itu.
Tidak segna-segan aku menggunakan jurus judo ku yang sudah terlatih sejak kecil dan membanting nya ke lantai
”Ow... shit! Ni cewe kenapa sih?! Orang ngomong baik-baik yang ada malah di banting?!” keluh Yamada-senpai dengan mengelus kepalanya yang kesakitan
”Aku sudah memperingati mu!” kata ku seraya mengambil mie ku dan berjalan ke luar
”Ya sudahlah... Oyasumi~” kata nya seraya berdiri, ”Airin”
Serentak aku kaget mendengar panggilan ”Airin” itu, aku diam di tempat ku dan menoleh ke be;akang ragu-ragu. Satu-satu nya yang memanggil ku ”Airin” adalah teman masa kecil ku.
J-jangan-jangan... dia...
”Y-Yama...” kata ku, ”-chan...?”

====================================================================================

Yap~
sekian ff gaje saia... =w=/
tunggu ampe chap 2 na d update ea... >w<
kwkwkw

Label:


0 lovely notes

The End Of The Story

Selasa, 23 Februari 2010 20.15


Title: The End Of The Story
Genre: Pikir ndiri.. XD~


Aku berjalan di Mall yang ramai tanpa memperhatikan apapun. Mulai merasa bosan, aku mengambil I-pod dan headset dari dalam tas. Aku memilih lagu favorit ku, tapi lain dari biasa nya kali ini aku memilih lagu bernuansa melow yang sesuai dengan perasaan ku sekarang.
Aku memasukan I-pod ku ke dalam saku jaket ku, lalu berjalan lagi, tanpa tujuan...
”Uuh.. lagi-lagi aku harus kehilangan sahabat yang sangat berarti bagi ku, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan nya, penyakit itu datang secara tiba-tiba pada nya” batin ku, ”Aku sendiri juga tidak tau kalau penyakit nya parah, dan akhir nya dia harus meninggal 3 hari yang lalu”
Tanpa sengaja aku melewati karaoke box di game center. Aku medengar suara anak laki-laki yang sedang menyanyi dengan keras nya, sampai-sampai suara lagu di I-pod ku kalah keras.
”Orang ini seperti nya sedang melampiaskan kemarahan nya” batin ku, ”Tapi masa dengan menyanyi?”
Aku mencoba mengintip sebentar. Aku berpikir untuk masuk ke karaoke box juga untuk menhilangkan rasa sepi ku. Aku menuju ke penukaran koin, namun...
”Eh?? Ruangan nya penuh?!” kata ku kaget, dan mbak di penukaran koin itu hanya mengangguk
”Biar dia satu ruangan dengan ku”
Serentak aku membalikan badan ku, dan ternyata itu adalah anak cowo di ruangan karaoke box yang sempat ku intip tadi! Aku jadi curiga kenapa dia mau satu ruangan dengan ku? Tapi, seperti nya aku pernah melihat orang ini sebelum nya, lalu aku pun setuju untuk satu ruangan dengan nya.
Sesampai nya di ruangan karaoke box, tanpa basa-basi aku langsung bertanya pada nya
”Kenapa kamu mau satu ruangan dengan ku?” tanya ku
”Soalnya kamu kelihatan stres banget, kamu oang yang tadi mengintip ku kan? Aku jadi malu” kata cowo itu dengan tertawa
Wajah ku memerah karena malu, ternyata orang ini menyadari nya
”Nah, mumpung sudah masuk ayo kita nyanyi sepuas nya!” kata nya
”Aku yang membayar jadi aku yang menyanyi lebih banyak!” kata ku seraya menyambar mike yang di bawa cowo itu
1 jam berlalu kami bernyanyi, aku sudah capek sekali, aku mengambil botol minum dalam tas ku
”O iya, siapa nama mu?” tanya cowo itu
Aku meletakan botol minum ku, “Memang nya penting ya?”
”Tentu saja! Kalau aku tidak tau nama mu aku harus memanggil mu apa?”
Aku tidak menghiraukan kata-kata nya, setela merasa tenaga ku sudah pulih, aku memutuskan untuk pulang. Ketika aku membuka pintu karaoke box, cowo itu menegurku
”Hei! Aku Richard Anderson” kata nya
Aku berhenti di pintu itu dan menghela napas
”Karin Stevanie” kata ku, ”Panggil saja Karin”
Aku pun berjalan keluar dan pulang ke rumah

*******

Keesokan hari nya, ketika aku sedang makan siang di sebuah cafe aku melihat Richard, dan ternyata dia juga menyadari keberadaan ku. Dia melambaikan tangan nya pada ku, lalu menuju ke tempat ku
”Hei, kamu sering makan siang di sini?” kata nya seraya duduk di depan ku
”Tidak juga” jawab ku singkat
”Kamu tidak sekolah? Ini kan jam sekolah” Richard melihat jam tangan nya
”Sekarang masih tanggal 3 januari, sekolah tentu saja libur” kata ku, lalu melanjutkan makan
Sementara aku makan aku merasa Richard menatap ku, lalu aku menatap nya juga
”Apa lihat-lihat?” kata ku kesal
”Tidak, aku cuma berfikir, kok kamu dingin sekali tiap ketemu aku” kata Richard
”Hah? Jadi aku harus berakrab ria dengan orang yang tidak ku kenal?” kata ku, lalu meminum jus jeruk ku
”Wah, kejam nya, aku ini kan kakak kelasmu sendiri, masa tidak ingat?” kata Richard
Aku kaget dan akhir nya tersedak, ”K-kakak kelas??”
Richard mengangguk. Pantas aku seperti pernah melihat wajah nya sebelum nya
”Terus aku mau tanya, kenapa akhir-akhir ini kamu kelihatan depresi sekali?” kata Richard ragu-ragu
Sial, ternyata dia menyadari nya, padahal aku sudah berusaha menutupi nya dengan bersikap cuek. Aku merasa Richard suka ikut campur sekali, tapi sekarang aku sangat membutuhkan ’teman curhat’ karena nya aku memutuskan untuk menceritakan nya pada Richard
”Aku ini sial banget, dulu aku pernah kehilangan sahabat ku karena dia menghianati ku, sekarang ketika aku merasa aku mempunyai sahabat yang benar-benar mengerti aku, dia malah terserang penyakit parah dan harus meninggal” kata ku dengan menghela napas
”He? Kamu ini bodoh ya” kata Richard, ”Selama kita masih bisa hidup, itu arti nya kita tidak sial sama sekali, masa kamu tidak tahu teori umum seperti itu?”
Aku kesal sekali karena kata-kata Richard ada benar nya, tapi aku juga tidak mau kalah
”A-aku benci kalau di ceramahi! Apalagi dengan orang seperti mu” kata ku denga memalingkan wajah ku
”Hahaha... aku tidak peduli” kata Richard dengan tertawa
Entah kenapa sejak pertemuan kedua kami di cafe itu, kami jadi lebih sering bertemu, begitu juga di sekolah, aku juga mulai bisa menghilangkan kesepian ku ini. Dan entah sejak kapan aku mulai merasakan debaran ini setiap bertemu Richard
”Aduh... aku ini kenapa ya? Aku terus deg-degan kalau bertemu Richard, padahal biasa nya tidak, menurut mu gimana Gita?” tanya ku pada Gita, teman sbangku ku
”Dasar bodoh!” kata Gita seraya mengacak-acak rambut ku, ”Itu nama nya jatuh cinta, memangnya kamu anak SD yang masih harus di beritahu soal ini?”
Aku merapikan rambut ku, ”A-aku suka Richard?”
aku memutar-mutar pensil ku dan melamun. Masa aku suka Richard? Tapi mungkin juga ya, dia kan baik, juga ceria dan dia bisa menghilangkan rasa sepi ku
RRRRR, ponsel ku bergetar. Aku mengambil ponsel dari saku ku, ternyata SMS dari Richard! Aku mulai membaca nya

To: Karin
Happy Birthday Karin...!! XD~
Buat kado ultah mu, gimana kalau nanti malam aku mentraktir mu makan di cafe happy??
From: Richard

Aku tersenyum membaca SMS dari Richard, dengan cepat aku membalas SMS nya

To: Richard
Bodoh! Tentu saja aku mau
Memang nya ada orang yang tidak mau di traktir?
From: Karin

*******

Malam nya aku mengenakan terusan pink simpel, tapi terlihat manis, aku melilitkan syal transparan di leher ku. Jujur saja aku sedikit canggung, apalagi cafe tempat Richard mentraktir ku ini bisa terbilang mahal
”Anoo... memangnya tidak apa kau mentraktirku begini?” kata ku gugup
”He? Kamu tidak suka? Bukan nya tadi kamu yang bilang kalau tidak ada orang yang tidak mau di traktir?” kata Richard
”B-bukan begitu, ini kan ulang tahun kutapi malah kamu yang mentraktir ku, bukan nya terbalik?” kata ku
”Ah... tidak apa, ini kan keinginan ku sendiri” kata Richard
Aku senang sekali atas kebaikan Richard, aku sudah memutuskan, kalau kami sudah selesai makan aku akan mengatakan perasaan ku pada Richard!
Namun tiba-tiba dari arah pintu terlihat segerombol pria memakai pakaian serba hitam mendobrak pintu cafe
”SERAHKAN SEMUA HARTA KALIAN KALAU TIDAK INGIN MATI!!” teriak nya
Perampok! Semua orang tercengang dan langsung diam, suasana yang tadi nya gembira hilang seketika. Aku takut sekali, yang hanya ada di pikiran ku hanyalah kabur
Aku mulai melangkahkan kaki ku dan mulai berlari menuju pintu keluar cafe, walau Richard sempat mencegahku aku tidak peduli
”Hei!! Mau kabur kamu?!!” teriak seorang perampok
Perampok itu mengejar ku, dia mengeluarkan pisau dari balik jubah nya. Perampok itu berniat membunuh ku! Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, aku pasrah saja dan menutup mata ku. Sekilas aku melihat perampok itu sudah mengayunkan pisau nya pada ku, tapi aku tidak merasa sakit sama sekali.
Apa aku sudah berada di surga?
Aku membuka mata ku, dan melihat ada banyak darah di tangan ku. Lalu aku mulai sadar kalau itu bukanlah darah ku sendiri. Dengan perasaan cemas aku melihat siapa pemilik darah ini, aku membelalakan mata ku karena kaget
”RICHARD!!” teriak ku
Ternyata dia melindungi ku! Aku terharu sekali tapi aku sangat sedih, kenapa dia melindungi ku?!
”K-kenapa?! Kenapa aku harus kehilangan orang yang ku sayangi lagi?!!” teriak ku histeris
Aku melihat pisau yang tertancap di punggung Richard dan menarik nya
”Sudah cukup!! Aku tidak mau kehilangan siapapun lagi!! Kalau sepeti ini terus tidak artinya aku hidup!” teriak ku, lalu aku pun menusuk diri ku sendiri dengan pisau yang ku pegang

*******

”Selama kita masih bisa hidup, itu artinya kita tidak sial sama sekali” aku tidak akan pernah melupakan kata-kata Richard. Tapi manusia juga tidak bisa hidup sendiri tanpa ada orang yang di sayangi nya di sisinya. Karena itu aku lebih memilih untuk pergi bersama mereka...

*******

Orang-orang berpakaian hitam sedang melakukan upacara pemakaman. Terlihat seorang gadis meletakan satu ikat bunga mawar putih di sebelah batu nisan bernamakan KARIN STEVANIE
”Kamu memang benar-benar teman ku yang bodoh!” kata Gita dengan meneteskan air mata
Di sebelah nisan tersebut terdapat sebuah nisan bernamakan RICHARD ANDERSON

-END-

Label:


0 lovely notes

A Never Ending Story Chapter 2

Jumat, 19 Februari 2010 17.32


A Never Ending Story
Chapter 2



Chapter 2


"Lho.. Kamu.."
Refleks Michelle menunjuk anak tersebut, tidak hanya Michelle anak laki-laki it ternyata juga sama kaget nya dengan Michelle. Michelle terheran-heran melihat anak itu, sesaat mereka sama-sama diam, membuat para staf ikut bingung
"Kalian ini kenapa saling menunjuk satu sama lain??" Tanya Chyntia
"Wah.. Wajah mu mirip sekali dengan ku!" Kata Michelle kagum, "jangan-jangan kita ini saudara" michelle tertawa
Anak laki-laki itu hanya diam, Michelle menarik tangan anak itu
"Aku Michelle Lawarence! Salam kenal, kalau kamu?"
"M-Michael Wijaya" kata nya ragu-ragu, "Aku kakak Michelle Laura"
"Eh? Kakak Laura? Wah.. Kalian kembar ya?" Kata Michelle, "Tapi kalian kok tidak persis ya?"
"Haha.. Sudah jangan bahas itu, ayo kita mulai pemotretan nya" kata Michael
"Ok! Padahal aku masih mau ngobrol" kata Michelle
1 pemotretan ini berjalan, dan akhir nya staf memutuskan untuk mengadakan break
"Michelle kamu boleh break sebentar selama 30 menit, setelah itu kamu berganti pakain untuk pemotretan selanjut nya" kata Chyntia
"30 menit? Sebentar sekali" keluh Michelle, dia melihat Michael sedang duduk sambil meminum the, Michelle berniat menghampiri nya
"Hei" sapa Michelle seraya duduk di sebelah Michael, "Kamu masih 15 tahun sama seperti ku kan? Kamu hebat banget, masih muda tapi sudah profesional"
"Tidak juga" jawab nya singkat, "Kamu sendiri juga masih 15 tahun tapi sudah jadi model profesional kan?"
Michelle kaget dengan jawaban Michael, "Haha.. Benar juga ya" kata Michelle dengan menggaruk-garuk kepala nya
"Jujur saja aku kaget kalau wajah kita ini mirip, aku pernah melihat mu sebelum nya di majalah-majalah, waktu itu aku berpikir ingin sekali bertemu dengan mu, tidak ku sangka keinginan ku bisa terkabul". Kata Michael
"He? A-aku juga kaget, banget.." Kata Michelle, "Makanya, aku kan sudah bilang mungking saja kita ini bersaudara" Michelle tertawa
"Aku serius" kata Michael
"Sudahlah.. Meskipun kita punya wajah yang mirip, dan kita bukan saudara, anggap saja aku, kamu, dan Laura itu saudara" kata Michelle "Jangan mikir yang berat-berat! Hidup itu jalani saja" Michelle memukul punggung Michael
"Rasa nya tidak cocok kalau kamu yang mengucapkan nya" kata Michael dengan tertawa
"Haha.. Ngomong-ngomong kamu belajar memotret di mana?" Tanya Michelle seraya berjalan ke arah kamera, dan melihat-lihat nya
"Sebenar nya dulu aku juga tidak berminat jadi fotografer, tapi berkat kamera dari ponsel pertama ku, aku jadi suka memotret dan aku mulai menekuni nya" kata Michael
"Tapi berkat ponsel pertama mu juga kamu bisa jadi fotografer profesional seperti sekarang" kata Michelle dengan tersenyum, Michael menatap nya dengan padangan heran
"Menurut ku, kamu lebih pantas jadi jubir atau psikologia saja" kata Michael
"He? Kok begitu?" Michelle heran dengan kata-kata Michael
"Soal nya kamu suka sok akrab, pintar bicara, dan pintar mengambil hati orang" kata Michael
"Yah.. Mungkin lebih baik aku menjadi psikologis saja. Jadi model itu memang menyenangkan, tapi berat juga kalau kita di suruh untuk menjaga image, harus bersikap pura-pura manis, padahal kekurangan ku banyak juga lho!" Kata Michelle dengan tertawa, "Tapi pekerjaan ini tetap terasa menyenangkan bagi ku"
"Kamu curhat sama aku ya?" Kata Miichael
Tidak lama kemudian Chyntia memanggil Michelle untuk berganti pakain, dengan cepat Michelle pergi ke ruang ganti.
»»»»
Sekitar jam 5 sore pemotretan itu sudah selesai, Michelle pulang ke rumah untuk beristirahat sebentar karena pukul 7 nanti dia harus menghadiri pesta di sebuah hotel.
Michelle menjatuhkan badan nya di kasur nya yang empuk dan berguling-guling di kasur nya
"Uuh.. Hari ini senang sekali! Bisa dapat 2 teman baru, tapi pas juga ya mereka kakak beradik" kata Michelle
Michelle bangun dan duduk di kasur nya dan mengingat pertemuan nya dengan Michael, "Kenapa wajah kami berdua bisa begoitu mirip ya?" Michelle berpikir dan mencoba untuk mengingat sesuatu, dia berpikir mungkin dia meluopakan sesuatu yang berhubungan dengan Michael
"Apa kami ini bersaudara? Atau aku anak gelap papa? Atau anak gelap mama??" Michelle mulai kalut, "Gawat.. Pikiran ku malah melantur"
Jam menunjukan pukul 6 kurang 10, Michelle memutuskan untuk mandi, selesai mandi Michelle menggeledah hampir seluruh isi lemari nya, mencari baju yang menurut nya bagus dan akhirnya ia memilih gaun malam berwarna hitam.
Jam sudah menunjukan pukul 7 kurang 15 menit, michelle bergegas berangkat pergi ke hotel bersama chintya managernya, sesampai nya di sana dia tidak melihat siapapun, Michelle jadi bingung sendiri
"Loh chintya pestanya mana??" Tanya michelle dengan binggung.
"Bentar lagi acaranya di mulai" jawab chintya dengan tegas, Chyntia menarik ku ke dalam hotel, ruangan nya sangat gelap semua lampu padam, Michelle ketakutan sendiri karena dia takut gelap.
Namun tiba-tiba seluruh ruangan menyala dengan terang, lampu berwarna warni mulai tampak,
"SURPRISE!!!"
Michelle kaget, para staf berkumpul di sana, bahkan Michael juga ada di sana bersama kedua orang tuanya dan Laura. Tidak di sangka-sangka, ternyata kedua orang tua Michelle juga datang!
"Kenapa kalian ada di sini?" Kata Michelle seraya ke tempat Michael dan Laura
"Hari ini kan ulang tahun mu! Masa kamu lupa?" Kata Chyntia, Michelle lupa akan hari ulang tahun nya sendiri
"Eh? Karena terlalu sibuk, aku jadi lupa" kata Michelle dengan menggaruk rambut nya
"Selamat ulang tahun ya!" Kata Michael
"Happy birthday ya!" Kata Laura dengan menyalami tangan Michelle
"Trimakasih ya semuanya!" Kata Michelle, "Aku senang dengan perhatian kalian"
"Tapi ini bukan sekedar pesta ulang tahun mu Michelle" kata seorang pria paruh baya yang memakai jas hitam rapi, di sebelah nya ada seorang wanita dengan penampilan yang sangat elegan
"Mama! Papa!" Kata Michelle kaget, "Bukan nya kalian sedang berada di jerman?" Kata michelle terheran heran.
Mama dan papa Michelle tersenyum-senyum, Michelle semakin heran dengan sikap kedua orang tua nya.
"Mama dan Papa memang di sana tapi mama dan papa pulang untuk memberi tau kamu sesuatu" kata sang mama
Lalu mama Michelle mengeluarkan sebuah kertas, sekilas Michelle melihat tulisan 'Selamat kepada Michelle Lawrence', Michelle pun menduga kalau itu adalah sebuah sertifikat yang di tujukan padanya
"He? Itu sertifikat ap??" kata michelle penasaran
"Ini bukan sertifikat, tapi beasiswa" kata mama Michelle seraya mendekati Michelle, "Kamu mendapatkan beasiswa sekolah modeling di paris Michelle!!" mama Michelle tersenyum bangga

Label:


0 lovely notes

A Never Ending Story Chapter 1

17.28


Title: A Never Ending Story
Gender: Famz, Comedy, laen na pikir ndiri... XD
By: Real by Lily.. X3

-------------------------------------------------------------------------------------
A Never Ending Story
Chapter 1



Keluarga tidak semuanya bisa bersama, hanya karena sebuah keasalahan, mereka harus berpisah satu sama lain. . .
*****
Hari ini telah lahir 2 orang anak kembar di Rumah Sakit Melati, yang pertama adalah laki-laki dan yang kedua adalah perempuan. Kedua orang tua itu terlihat sangat bahagia saat melihat kedua bayi mereka.
”Aku akan memberi mereka nama Michael dan Michelle” Kata sang istri, suaminya mengangguk setuju dengan tersenyum
Dua orang suster datang dan menawarkan kepada kedua orang tua itu untuk membawa kedua bayi mereka ke ruang Baby Room, dan mereka setuju
Sesampai nya di Baby Room kedua suster itu meletakan bayi-bayi itu di tempat berlabelkan nama mereka dengan hati-hati. Ketika kedua suster itu keluar, seorang dokter dan seorang lelaki masuk ke dalam.
”Jadi bapak ingin mengambil putri bapak?” kata dokter itu
”Benar dok, istri saya sudah tidak sabar untuk membawa putri kami pulang, apa boleh dok?” kata lelaki itu dengan bersemangat
”Tentu saja!” jawab dokter itu dengan membalikan badan nya, ”Siapa nama putri anda?”
”Michelle” jawab lelaki itu mantap
Dokter itu mencari nama ’Michelle’ di barisan M, dan dia menemukan nya tepat di sebelah nama Michael. Tanpa melihat nama orang tua nya, dokter tersebut menggendong bayi ’Michelle’ dengan hati-hati lalu menyerahkan nya pada lelaki itu.
*****





15 Tahun kemudian. . .




”Michelle, jangan lupa nanti ada pemotretan majalah Girl’z di studio M” kata seorang wanita yang kira-kira berusia 20-an, berambut hitam pendek dan di tangan nya sedang membawa laptop.
”Baik Chintya!” jawab Michelle riang, Michelle berlari ke arah fotografer yang memotretnya tadi, ”Bagaimana hasil jepretan nya tadi? Aku ingin lihat”
Michelle Lawrence, 15 tahun. Sejak kecil sudah menjadi model yang berbakat, kini dia sangat beken di kalangan remaja. Akhir-akhir ini sangat aktif sebagai model, bintang iklan, dan sering menjadi Cover Girl di majalah-majalah. Sifat nya periang dan pantang menyerah, namun kelemahan hanya satu, ketika ia sedang sedih atau sedang mempunyai masalah, dia bisa-bisa melamun, dan tidak konsentrasi pada pekerjaan nya. Chintya, manajer nya sudah berulang kali menyaran kan kepada Michelle kalau dia sedang memiliki masalah dia bisa cerita kepadanya atau kepada sahabat Michelle sendiri, tapi Michelle tidak menghiraukan nya, karena meskipun dia periang Michelle juga orang yang cukup pemalu, untuk curhat saja bagi Michelle membutuhkan banyak keberanian untuk itu.
”Di pemotertan nanti kamu akan di foto bersama Michelle Laura” kata Chintya, “Dia model pendatang baru, apa kamu tahu?”
“Iya” jawab Michelle, “Kalau tidak salah baru 3 bulan dia menjadi model kan? Senang nya punya teman sebaya, apalagi nama nya sama dengan ku”
”Tapi di dunia model dia bukan terkenal dengan nama Michelle, tapi Laura”
“Hmm.. begitu ya? Padahal lebih bagus kalau Michelle” kata Michelle dengan menggeleng-gelengkan kepala nya
Sesampainya di studio M. . .
Michelle melihat seorang gadis berambut panjang mengenakan terusan pink berenda dengan syal tipis di leher nya, Michelle mengenalinya dialah yang bernama Michelle Laura. Michelle pun mendekatinya.
“Halo, kamu yang Michelle Laura kan?” kata Michelle, dan gadis itu menganggukan kepala nya, “Aku Michelle Lawrence, salam kenal! Kita sama-sama berusaha di pemotretan ni ya!”
”Salam kenal juga” jawab Laura “Baru kali ini aku akan di foto bersama model terkenal, aku sedikit gugup
”Trimakasih, tapi jangan anggap aku senior. Kita kan sama-sama berusia 15 jadi anggap saja teman mu”
Laura tersenyum mendengar nya. Tak di sangka Chintyia memperhatikan mereka dari jauh
”Michelle memang pandai bergaul" kata nya dengan tersenyum
"Michelle! Laura! Ayo kita mulai pemotretan nya" kata fotrografer
Mereka berdua segera menuju ke tempat pemotretan, Michelle yang sudah profesional bergaya dengan santai nya, tapi Laura kelihatan sedikit beda karena gugup di foto dengan model terkenal.
"Yak, pemotretan nya sudah selesai! Terimakasih atas kerjasama nya"
"Laura, kita lihat hasil nya yuk!" Kata Michelle
"Eh?"
"Aq paling suka melihat hasil foto nya, apalagi editan nya keren banget" kata Michelle, Laura mengangguk setuju
Mereka melihat hasil foto-foto mereka, lalu mereka pun istirahat dan memakan roti, Michelle memasukan roti kering ke mulut nya dan membuat wajah aneh yang membuat Laura tertawa terbahak-bahak.
"Ternyata wajah mu saja yang tampang nya seperti model, tapi sikap mu ternyata konyol sekali" kata Laura dengan tetap tertawa
Sementara mereka tertawa, mereka di kagetkan oleh kedatangan Chyntia yang tiba-tiba
"Chyntia, kamu ngagetin saja, tidak lihat orang sedang makan" kata Michelle dengan meniup-niup rambut poni nya
Chyntia menggeleng-gelengkan kepala dan berkata, "Maaf menggangu kesenangan kalian, aku cuma mau mengigatkan kalau setelah ini ada pemotretan lagi, lalu setelah itu kamu harus menghadiri acara pembukaan hotel baru"
"Baik!" Kata Michelle ceria, lalu Chyntia pergi lagi
"Anoo.. Michelle, memang nya kamu tidak capek seharian harus melakukan pemotretan di tempat berbeda, belum lagi di undang dalam acara-acara" kata Laura ragu-ragu
"Eh?" Michelle menggaruk-garuk kepala nya "Yah.. Memang capek sekali, tapi aku suka pekerjaan ini dan lagi setelah tau kalau aku punya fans yang banyak dan melihat dukungan juga senyuman mereka, entah kenapa rasa capek ku hilang begitu saja" kata Michelle dengan tersenyum
Laura kaget mendengar nya
"Karena nya aku bisa menekuni pekerjaan ku ini dengan senang. Bagi Laura yang bisa di bilang amatir di dunia permodelan ini, kamu pasti capek sekali, tapi lama-kelamaan kamu pasti mengerti maksud ku".
"Aku juga ibgin cepat-cepat menjadi model terkenal sepertimu" kata Laura
"Eh?? Aduh.. Aku jadi malu nih" kata Michelle
Mereka pun tertawa
"Astaga!!" Kta Laura dengan melihat jam tangan nya, "Sudah jam 3, aku harus ke tempat pemotretan selanjut nya. Laura, sampai jumpa ya"
Michelle bergegas ke tempat Chyntia, Chyntia sempat mengomel pada Michelle karena dia begitu lama dan hampir terlambat ke tempat pemotretan selanjutnya. Sesampai nya di tempat pemotretan Michelle langsung mendobrak pintu
"Ma..maaf aku terlambat" kata Michelle dengan napas yang sudah terputus
"Tidak apa-apa kok, ini kan cuma pemotretan" kata salah satu staf
Michelle tersenyum lalu segera pergi ke ruang ganti dan kembali lagi ke studio
"Michelle Lawrence sudah siap!" Kata Michelle
"Michelle kali ini kamu akan di potert oleh fotografer muda baru loh!" Kata Chyntia, "dia hebat sekali, baru 15 tahun tapi sudah jadi fotografer berbakat"
"Eh? Dia sebaya dengan ku? Senang nya" kata Michelle
"Michelle ayo kita mulai pemotretan nya"
Michelle segera ke tempat pemotretan, dia melihat ada lelaki sedang mengatur kamera
"Ah, kamu fotografer baru itu ya? Mohon bantuan nya" kata Michelle
Fotografer itu menoleh ke arah Michelle, Michelle terkejut melihat anak cowo itu
"Lho? Kamu..." Kata-kata Michelle terputus karena kaget melihat anak tersebut

Label:


0 lovely notes